Jumat, 01 Mei 2015

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Sejarah Hari Pendidikan Nasional


Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) adalah hari kelahiran Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri lembaga pendidikan. Karna jasanya yang begitu besar di dunia pendidikan Indonesia, maka dari itu pada tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara lahir di era kolonial Belanda dari keluarga kaya di Indonesia. Sejak dulu beliau terkenal berani dalam menentang dan mengkritik pemerintah Belanda yang hanya memperbolehkan orang kaya mendapatkan pendidikan. Beliau sangat tidak suka dengan kebijakan itu. Menurutnya, semua orang dari segala kalangan berhak mendapatkan pendidikan.

Atas segala tantangan dan kritikannya, beliau kemudian di asingkan ke Belanda oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Setelah kembali beliau kemudian mendirikan lembaga pendidikan bernama "Taman Siswa" di Indonesia. Selain itu, Beliau juga diangkat menjadi Menteri Pendidkan setelah Kemerdekaan Indoneisa. "Tut Wuri Handayani" (di belakang memberi dorongan) digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. 

Ki Hajar Dewantara meninggal tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati segala jasanya di dunia pendidikan Indonesia, akhirnya Pemerintah menetepkan hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional, yang sekarang selalu di peringati setiap tahunnya di Indonesia.

Cara memperingati Hari Pendidikan di Indonesia juga beragam. Ada beberapa sekolah yang selalu melakukan upacara bendera setiap Hari Pendidikan. Ada juga yang mengisinya dengan lomba-lomba. Tak kurang juga sekolah yang memperingatinya dengan mengadakan pentas seni, dll. Begitu beragam bukan?

Tapi di atas itu semua, bagaimanapun cara kita memperingatinya itu bukanlah masalah. Yang penting kita masih terus memperingatinya setiap tahun. Mengingat jasanya pada kita yang begitu besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar